Traveling Dua Bulan di Eropa?

Traveling Dua Bulan di Eropa?

Sebulan telah berlalu sejak kepulangan saya berpetualang dua bulan penuh di Benua Eropa. Selama dua bulan itu, 13 negara telah didatangi, dan 18 kota berhasil dijelajahi. Suatu petualangan yang benar-benar memberikan sejuta pengalaman dan pelajaran berharga tentang kehidupan. Mulai dari bagasi yang tertinggal di Kuala Lumpur Airport dan baru datang seminggu kemudian (hal ini mengakibatkan tidak-mandi-tidak-ganti-baju-tidak-gosok-gigi selama hampir seminggu di Paris), mencari masjid jam 11 malam untuk numpang tidur karena tidak ada tempat menginap di Paris, berlari terengah-engah dengan backpack seberat 15 kilo di punggung sampai Christie asmanya kambuh karena hampir telat mengejar kereta Hamburg – Kopenhagen, diterpa hujan badai di Roma hingga basah kuyup sampai ke dalem2 dan menggigil sepanjang malam, ataupun mabok dan teler lalu tidur selama 13 jam setelah mengkonsumsi space cake di Amsterdam. *ehem*

Banyak yang bertanya, apakah saya orang yang kebanyakan duit hingga mampu berjalan-jalan di Benua Eropa selama dua bulan? Ah tidak juga. Saya kira semua orang bisa bepergian kemana pun mereka mau, asalkan ada niat yang kuat untuk menabung. Untuk kepergian saya ke Eropa ini, saya menabung sejak awal saya berkuliah di Yogyakarta. Empat tahun saya menabung untuk perjalanan ini. Ya, EMPAT TAHUN. Terasa berat pada awalnya, hingga saya memutuskan untuk mencari pekerjaan sambilan demi mewujudkan keinginan saya untuk berjalan-jalan selepas saya diwisuda. Saya mendaftar sebagai penerjemah bahasa inggris di sebuah pusat pengkajian ekonomi di universitas tempat saya belajar. Gajinya bisa dibilang sangat lumayan untuk seorang penerjemah amatir yang masih berstatus mahasiswi seperti saya. Dengan uang dari pekerjaan ini lah saya bisa lebih legowo, jika pada tanggal 10 setiap bulannya, saldo di rekening saya berkurang drastis karena ditarik otomatis oleh bank ke dalam deposito saya.

Pertanyaan lainnya yang juga sering ditanyakan kepada saya adalah “Apa ga sayang nabung sekian lama terus abis cuma dipake jalan-jalan? Mending uangnya dipake buat modal kawin atau sekolah lagi deh.”. Well, saya tidak bisa menyalahkan kalau ada orang yang berkata seperti itu. Setiap orang punya prioritasnya masing-masing. Mungkin buat saya, traveling memegang porsi yang cukup besar dalam prioritas kehidupan. Traveling itu adiktif dan saya akui, I am addicted to it. Oleh karena itu saya tidak segan untuk menabung sekian tahun kemudian menghabiskannya untuk jalan-jalan. Kalau menurut saya ya, kawin tidak terlalu membutuhkan banyak uang karena saya berniat kalau menikah cukup undang orang-orang terdekat dan ga perlu lah bermewah-mewahan. Sedangkan kalau untuk sekolah lagi, saya adalah penganut “kalau dapet beasiswa gw sekolah lagi, kalau ga dapet mendingan gw kerja”. As simple as that. Traveling buat saya juga bukanlah hal yang “gitu doang”. Setiap hari selama perjalanan, saya selalu bertemu dengan orang-orang baru yang selalu sukses mengajarkan saya tentang nilai-nilai dan perspektif kehidupan. Setiap hari saya juga selalu menemukan dan melihat hal baru yang mustahil saya dapatkan jika saya diam di tempat dan tidak melakukan perjalanan. Semua hal itu membuat saya menjadi lebih kaya.  Kaya akan wawasan dan kaya akan pengalaman. Karena saya yakin, setiap  orang yang saya temui  selama perjalanan  ialah guru kehidupan dan semua tempat yang saya kunjungi dapat seketika berubah menjadi sekolah dan tempat pembelajaran. Jadi, untuk saya, mengeluarkan uang untuk traveling adalah suatu investasi besar bagi keluasan wawasan dan pengalaman hidup seseorang.

Traveling juga tidak selalu identik dengan mahal dan bermewah-mewahan kok. Untuk perjalanan dua bulan ke Eropa ini, saya menghabiskan 1000 euro untuk biaya hidup. Pesawat pun menggunakan budget airlines berinisial AA untuk bisa sampai ke Paris. Saya tidak pernah sekalipun tinggal di hotel ataupun hostel atau losmen selama di perjalanan. Prinsip saya, lebih baik tidur di taman atau di mesjid daripada menginap di hostel. Pokoknya maunya gratisan terus. Well, beggar cant be chooser, right?  Kenapa begitu? Harga hostel di Eropa lumayan mahal. Paling murah mungkin sekitar 20-an euro untuk kamar mixed dorm (satu kamar 4-6 orang, laki-laki dan perempuan dicampur) dengan tempat tidur bunk bed. Oleh karena itu, saya lebih memilih untuk menggunakan www.couchsurfing.org untuk mencari host di tiap kota selama saya di Eropa. Entah karena faktor apa, tapi selalu saja ada yang menampung saya untuk menginap walaupun saya baru mengirimkan request untuk menginap beberapa jam sebelum kedatangan saya. Couchsurfing bukan hanya menghemat total pengeluaran seluruh perjalanan saya, namun juga memberikan pengalaman untuk mengetahui “how  the locals live” dengan cara yang unik. Saya mungkin tidak akan memiliki pengalaman seperti mengelilingi kanal di Amsterdam dengan perahu milik host, mencicipi white wine langsung dari wine brewery di atas gunung di Stuttgart, atau mengganti ban mobil jam 4 pagi di Milan kalau bukan karena couchsurfing!

Dengan segala akses untuk melakukan traveling, traveling saat ini bukanlah sesuatu hal yang harus ditakuti atau disegani karena anggapan mahal. Nabung dong! Mumpung masih muda, belum terikat pekerjaan dan ikatan pernikahan, ayo traveling! Kapan lagi? Traveling dengan suami/istri saat kita tua atau traveling karena urusan bisnis rasanya pasti akan beda dengan traveling yang benar-benar untuk pleasure dan keinginan untuk mencari jati diri ;) Kalo nanti traveling sama pasangan, ga akan seseru kalo traveling masih muda dan masih single! Tujuan traveling juga tidak harus ke luar negeri kok. Bepergian ke kota-kota di Pulau Jawa atau Sumatera, menyelami perbedaan budaya di Bali atau bahkan ke Singapura dan Malaysia juga pasti akan memberikan sebuah pengalaman berharga  setelahnya. Jadi, menabung mulai sekarang, pilih tempat tujuanmu, dan rasakan the art of traveling!

Memories of New York

Memories of New York

Well, going to the Big Apple for the first time was surely exciting and unforgettable. Thoughts came to my head that I would spend two weeks fully in the center of “the capital city of the world”! Wow it kind of made me proud and apprehensive at the same time. My fears ranged from being a poor unsuspectedly while I was there and caused unaffordibility to buy some foods, being unable to get along with my team-mates (hello, traveling to a la la land with 6 people for 2 weeks could construct any problems afterwards. Oh well I’m trained enough for this), getting lost in the middle of New York (I was afraid of being disoriented that I accidentally stumbled in Bronx and getting raped or killed by those Mafioso! Haha ENOUGH) or maybe being trampled upon of busy New Yorkers while waiting for the traffic lights (OK, I’m getting hyperbolic).

Thanks God, all of those my premature fears were apparently wrong (one of them was came to life actually, but I won’t tell you so you have no idea what that is). I had ALMOST the best time of my life. What could be better than going to a place which is the epicenter of the world politics and economics (Our exquisite, United Nations Building is standing still in this splendid city, not forgetting Wallstreet as well) ? I might be hypocrite to only stated that reason, well you know, NYC is more than you ever thought of. NYC was just plainly WOW! I remembered the time when my feet just got off from the plane and walked through the JFK airport. With a smooth landing (Thanks Korean Air!), there I was – New York!! Mooommm, Daaaddd, you can proud of your only daughter, she’s in New York!!! =D

JFK airport

We came to the time to the frightening immigration process. Well, I really hate this part. It took me about 3 hours to finish that never – ending queue! The most interesting part was when I saw heaps of people from diversed backgrounds, queuing together at JFK. I heard lots of languages. Spanish, French, Japanese, Mandarin.. even the ones I couldn’t even think I ever heard of! Something came to my mind that New York is indeed a melting – pot of the world. And for those of you who learns international relations, New York is simply cosmopolitan =) I was preparing for a complaining,cantankerous and irritable interviewer when my turn was only in another minute to be interviewed by the immigration officer, but you know what, the officer turned out to be so amazingly friendly and funny! His name is Lopez and he’s Mexican. If you want to know the dialogue between me and him, here it is, it made me laughing for about 5 to 10 minutes until I could stop totally.

Me : Hey *smirking*

Lopez : So what’s your intention for coming to the States? *I swear, his deep voice was just so irritating and creepy…*

Me : I’m joining a conference at the United Nations. *scared of him, his looks truly kind of made me scared)

Lopez : Is that a conference for *pretty girls* ??

Me : (I didn’t even hear what he said and all I wanted to do was finishing this creepy conversation) YES! *self-assuredly*

Lopez : *Laughing Out Loud*

Me : *confused* then finally Laughing louder than him! HAHAHAHA.

Finally, after hours of waiting for the boys (they got more inspections because they are MUSLIM + GUY + INDONESIAN, so maybe, another word for American = TERRORIST! Hehe =D I’m also a muslim and Indonesian, but maybe because I’m just beautiful that was why I wasn’t inspected 2 times =P ), we were busy to find out where was Permanent Representatives of Indonesia in New York located. Apparently, its address that we got was wrong. DANG! So here I am, trying to call the office so many times, but they never picked up. It’s SUNDAY anyway! Ha. So we tried to get a cab so that the cab could drive us to the place, we thought they knew the ‘Embassy of Indonesia’ and thanks God, they did!

Well the Permanent Representatives of Indonesia for the United Nations is located at East 38th Street, next to the Queens River and Queens Bridge, if I’m not mistaken. Our room was located at the 5th floor, it supposed to be the room for diplomats of Indonesia in case they’re visiting New York. The facilities were beyond our imagination. SUPERB!! Felt like we were staying in a 4-star hotel room and plus, it was FREE!! God Blesses You, Mr. Marty Natalegawa and Mr. Triyogo Jatmiko for being such saviors for me and my team-mates =)

When I got out from the place that I was staying in, I saw the bright lights and heard honks running from one to another – and they reminding me that I AM IN NEW YORK. The skyscrapers, the architecture, the crowds, the neon lights of Times Square – those were all exactly what I had pictured in my mind and I had seen in numerous movies and TV shows =)

Times Square!!

My trip started from Woodbury . Well it cost me around 42 dollars (revised, thanks Pilar Ayu for the info =D ) to go there and return! I bought it compulsorily =P Woodbury is a Premium Factory Outlet and is located in New Jersey. This place is pretty well – known, that’s why we were coming over there– despite the fact that I’m not really into shopping either. Similar with Factory outlet that you could find it Bandung, unless the brands which were sold in Woodbury are Louis Vouitton, Bottega Venetta, Calvin Klein, Armani, Kate Spade.. High – Society Stuffs =D LOL. Don’t get me wrong, I didn’t spend my money for those branded stuff, my money was ONLY spent to buy some souvenirs and a wallet for my mum =)

United Nations is our next destination. Surely it is, since my conference was held at the UN building, what I gotta do for 3 days of the conference was going back and forth to the UN Building. I’m telling you, UN Building looks like a cigarette box! It’s just a plain rectangular building -___- Hehe despite the fact that Ban Ki Moon is in it! Times Square is my regular place to visit everyday while I was in NY *oh, don’t slap me!* I love the vibe, the neon lights and psst I love to see those hot ubiquitous NYPD standing by the street of Broadway =D

NYPD!!

SoHo, Chinatown, Little Italy, Coney Island and Central Park are the next target. SoHo (South Houston) gave me an immediate thought “OMG I really am in New York” while Chinatown at night gave me a bad impression. Seemed like lots of Chinese mafias were trying to find someone to be trafficked. Seriously, Chinatown at night is surely not recommended. Plainly scary, awful and smelly.. EUWH. I even searched what’s the similarity between Chinatown of New York that I saw in Lonely Planet or internet with Chinatown that I visited because I found that the Chinatown is really not a place that I can suggest you to go to. Dissapointed with Chinatown, my destination rolled to Little Italy. Heaps of hot Italian guys, so be prepared before you come to this place! =D I didn’t want to throw away this chance, so I decided to eat at an Italian restaurant which offered quite cheap price comparing with the other restaurants nearby. And Oh My Dear God, the portion was just GIGANTIC, even my big stomach couldn’t even handle it. The next days, we went to Coney Island. A lot of movies I had watched, took place in this marvelous site. Coney Island is a beach, with sea world, flea market and classic theme park on the sea side. I rode a roller coaster that claimed to be THE FIRST ROLLER COASTER IN THE WORLD. And trust me,that was the scariest roller coaster on the planet! I couldn’t be so wrong! I also bought the famous Nathan’s hot dog that surprisingly making me craving for more after I went back to Indonesia :( Central Park, what can I say about this place? It’s an artificial HUGE park anyway and every part of Central Park was simply enjoyable to walk on. The never – ending greenery that caught my eyes was refreshing! Don’t forget to come to Strawberry Fields (Remember Beatles’ song, Strawberry Fields Forever?)! You can find a memorial to Lennon which is a grove of trees contributed by different countries.  I also loved the street musicians in Central Park, from a flautist, harpist even an entire orchestra!

Cyclone. the 1st roller coaster in the whole world!!

Central Park

Times Square and the Yellow Cabs!

Last days in New York were spent in the Liberty and Battery Park,Broadway,Macy’s,Disney World,Ground Zero,Wallstreet, Brooklyn Bridge, Rockefeller Center, Top of the Rock and the Museum of Natural History. I realize that best to decide all your stops beforehand so that time can be budgeted – which is something I didn’t do! DAMN that’s why all these must – sees were queuing to be visited at the end of my days in New York! Liberty and Battery Park were indeed touristy spots. Who doesn’t want to go to the Liberty while he is in New York? Nobody does. Enough said. Broadway just simply blew me away. I queued for almost 2 hours to get the ticket and finally I got the ticket for WEST SIDE STORY! Excellent! I even want to say that You can’t claim you’ve been to New York unless you already watched Broadway! I bought the standing ticket since that was the cheapest prize =D Macy’s? Just another department store though it claims to be the biggest department store EVER. Disney World is indeed my playground! I never regretted for visiting this place, it sells every single thing in life that you couldn’t have imagined before. A rice cooker with mickey and minnie background? You name it. Ground Zero? Hmm well surprisingly this turned out to be a waste of time because, well, there’s nothing much to see except construction work.  So I moved to Wallstreet, it’s located near from the Ground Zero. My mouth was opened when I got in the front of New York Stock Exchange. A huge USA flag welcomed me. Then, The Trumph Building also grabbed my attention. So finally I saw, the building that was used for Spiderman The Movies :D After being got bored by Wallstreet, I decided to take a walk on Brooklyn Bridge to see Manhattan’s skyline at night. SIMPLY AMAZING! And the very last was Museum of Natural History. It was well – known because of ‘The Night At the Museum’. That was the most amazing museum I’ve ever been to! It’s fun to take a walk while remembering the movie and which scene was taken at every part of the museum.

Ms. Liberty

BROADWAAAAYYYY.. WEST SIDE STORY

Empire State Building & Manhattan Skyscrapers

Central Park and The Sides from Top of the Rock

New York, anyway, is quite easy to navigate. The city is divided into streets and avenues, crossing at right angles so it’s easy to find a place on the grid. And don’t forget about friendly New Yorkers! They helped me a lot when I asked them for directions. They seemed willingly enough to show me the right direction and making sure that I was understand. My high point of the trip was when I standing at the top of Top of The Rock, skyscraper that claims to be the tallest building in the Empire State (New York). I didn’t forget to take a picture from Top of the Rock with Empire State Building as the background. Seeing the sunrise combined with buildings of New York that almost touch the sky was not a view that I could see everyday or maybe every year. I had a bizarre miserable feeling as I left New York, I’m not sure that I would get a chance to have a visit again to the Big Apple. So on my flight back, I listened to New York New York by Frank Sinatra just to extend the remarkable New York experience a little bit longer!

High/Scope Model United Nations 2009

High/Scope Model United Nations 2009

HSMUN 2009 was a blast! Thank you for giving me a chance to be a director for Human Rights Council (HRC). Such an unforgettable experience for a lifetime!It’s my first experience to be a director, well sorry if I made any mistakes =)

And I just love how the debate flowed in my committee. Everyone raised their placards, everyone wanted to speak up, and everyone wanted to tell everybody what  their foreign policies are regarding the topic.

well all of those things were a BIG WOW since HSMUN was their first MUN and they are still high school students ( such a shame for me, that when I was a HS school students, I wasn’t as good as them. Well, I am not). Despite that fact, they were so unbelievably active through all the committee sessions.

Here are some of the pics from the event :

The General Assembly. Announcing the Best Delegates
Gala Dinner

HRC

I would really like to help for the next HSMUN!! :D Hope Mr. Andri (The Secretary General) reads this :P

Curse of A Good Girl

Curse of A Good Girl

Are you suffering from the curse of the good girl?

I was reading the October edition of Teen Vogue until that slapping quote caught my eyes. It’s fascinating, yet disturbing, for me. This article talks about identity crisis which mostly happens to a girl whom faces the dilemma to be good or bad. Well, I do think that meeting society’s standard can be grueling sometimes. And this article just burns my spirit to write something about this issue, because I know what it feels like to be a girl on that position. I WAS facing it.

I don’t know if my strong Javanese background had any impact about all of these. I determined to protect my image and put up a happy front face in front of everyone. I didn’t develop the skills to tell people how I was really feeling and sometimes causing self-destructive behavior. I had a persistent belief that I had to be good in the front of others 24 – 7. When I wasn’t, ruthless self-criticism kicks in. Well, not all the girls feel the push to be good all the time either, some only feel it in their social lives, where perfection is paramount, or maybe just at school or work, where they’ll do anything to avoid conflict with others. For me, constantly being nice to my friends was overwhelming. Almost said, I (always) just acted extremely sweet with everyone, no matter how I actually felt about them. I just didn’t wanna be looked as a mean girl. Because I saw a lot of cases, a chain reaction occurred. One person doesn’t like you, and then, BOOM, everyone turns out to hate you. Again and again, that’s an ugly truth.

How good is it to be “good”?

Well, I (I consider myself as a good girl) may have tons of friends, but on the other side, I think that actually I was a people pleaser. I did what others wanted to keep the peace in my relationship with others. I didn’t easily get angry, when in fact I hold back what I really thought and felt about them. And sometimes, I pushed myself too hard, too hard until I couldn’t even handle it. I spent most of my life determined to be the best. To be the best friend that my besties could have, to be nice all the time to everyone, to be flawless at school stuffs, to be the best student in class, the best daughter that could be proud of among my family, the best in EVERYTHING. I was completely selfless. I was friendly to everybody, I smiled to everyone I was passing through, and I had to be on top. Once again, I had to be the best. I fed up. I couldn’t stand with all of these, so I decreased my standard.

I decided I’d had enough. I realized that I was like a hamster running in a wheel, I always trying to get somewhere, I always trying to be on top. I set out to achieve a new kind of goal rather than forcing myself to do “all the best thing” in the world. Happiness is my new goal right now, and it also becomes my new standard. I decided to try my hardest, do my best, and love what I’m doing and where I am.

I assume that I’m breaking the curse of a good girl, and it makes me feel like I’m a real girl, not a girl who covers up everything with lies and smiles. I don’t try to be something I’m not, and listen to what genuinely I think, feel, and want. I may make people angry sometimes, I may make people disappointed, but at least I’m happy to express what I’m feeling! To sum up, I’m only human, after all. =)

You Found Me – The Fray

You Found Me – The Fray

I don’t know why, but I find this song really deep. Meaningful indeed, because describing your (and especially, my) feeling to God was never easy. Thus, for me, this song successfully portraying what I’m feeling to the so-called God.. I do believe that this song has a truly good meaning, but to find out what the meaning is, I guess it’s real tough =D

As a poet, a good poem says what the writer meant it to say for themselves, and is open to an innumerable amount of interpretations by the readers. So I think, it’s because this song is prominently beautiful and meaningful so everyone could have their own interpretation about the lyrics. Enjoy!

 

I found God on the corner of First and Amistad
Where the west was all but won
All alone smoking his last cigarette
I said, “Where you been?” He said, “Ask anything”.

Where were you when everything was falling apart?
All my days were spent by the telephone
It never rang and all I needed was a call
It never came to the corner of First and Amistad

Lost and insecure
You found me, you found me
Lyin’ on the floor
Surrounded, surrounded
Why’d you have to wait?
Where were you? Where were you?
Just a little late
You found me, you found me

In the end Everyone ends up alone
Losing her The only one who’s ever known
Who I am
Who I’m not, who I wanna be
No way to know
How long she will be next to me

Early morning
The city breaks
I’ve been callin’ for years and years and years and years
And you never left me no messages you never send me no letters
You got some kinda nerve taking all I want

Step by Step to make your trip to the MUN Conference possible

Step by Step to make your trip to the MUN Conference possible

Ngelanjutin blog yang sebelumnya… Milih MUN udah,daftar udah, pilih council sama negara juga udah, Letter of acceptance juga udah di tangan. So what’s next?

Tentunya mencari sponsor keberangkatan! Ngapain nyari sponsor keberangkatan? Sponsor bakal mendanai kepergian kamu ke MUN tersebut, dengan beberapa kompensasi yang menjadi persyaratannya. Proses ini sebenernya yang paling ribet. Bisa sih kalo ga mau ribet2,pake aja duit sendiri. Tapi berapa biayanya?? Bisa2 gw ga dikawinin sama bokap gw karena duitnya udah abis duluan buat biayain ikutan MUN. Gw sih lebih milih kawin, gatau deh kalian pada gimana.

Yang paling pertama adalah bikin proposal. Bikin proposal kamu se-eye catching mungkin dan dengan bahasa yang ga usah panjang2 dan ribet. Pihak yang kita ajuin proposal, gw yakiiinnn banget ga bakal ngebaca tuh proposal. Kalo mereka tertarik sama proposalnya, toh ujung2nya mereka bakal mengontak kita, mungkin lewat telepon atau minta buat ketemu langsung. Saran itu gw dapet dari orang2 yg gw ajuin proposal langsung. Mereka blg males ngebaca proposal yang belibet2 bacanya. Tapi tetep, proposal yang bagus harus memuat semuanya secara rinci. Deskripsi acara,dana yang dibutuhkan, dana pemasukan pasti yang bakalan kalian terima, profil delegasi, sampe kompensasi apa yang bakal kalian berikan buat para sponsor yang dengan rela membiayai kepergian anak orang ke luar negeri.

SCHULTZ2
contoh proposal dan layoutnya

Proposal selesai dicetak, masukin proposal itu ke jurusan kalian. Kasih tau aja kalo kalian udah keterima di sebuah acara berskala internasional, dan jangan lupa, MINTA DUIT. Masalah dikasih apa ga dikasih mah belakangan, yang penting, dapet doa restu dari jurusan. Jurusan lolos?? Lanjut ke fakultas. Sama juga, silaturahmi mungkin sama Dekannya, sekalian MINTA DUIT. Lolos? Lanjut ke Rektorat. Kalo di UGM, Rektorat jadi bercabang buat urusan2 internasional kaya gini. Kalian harus ngajuin ke dua tempat, Kantor Urusan Internasional sama Direktorat Kemahasiswaan. Ribet? Ngga juga.. Karena kalian bisa MINTA DUIT ke dua2nya =D Proses ini memang memakan waktu yang ga sedikit. Kalian harus sering2 bersusah payah memanjat rektorat, menerjang badai ke Kantor Urusan Internasional atau meniti benang untuk mencapai Fakultas, tapi gw yakin kok, apa yang bakal kalian dapetin bakal sebanding sama apa yang kalian usahain.

Setelah proposalnya di tandatangan sama rector (tandatangan rector baru bisa didapat setelah proposalnya menerjang semua hambatan dan sampe ke Kemahasiswaan), baru deh proposalnya bisa disebar ke luar untuk ngedapetin sponsor. Yang paling penting menurut gw untuk dikasih proposal adalah, AIRLINES. Rajin2lah membuka internet untuk ngeliat airlines mana yg ngasih harga paling murah ke kota tujuan kamu. Kalo Eropa, coba Lufthansa, KLM atau airlines timur tengah kaya Qatar, Kuwait atau Etihad. Kalo tujuannya Amerika atau Asia, selain airlines yang tadi, coba airlines2 Asia, kaya Cathay, Eva Air atau Philippines Air yang terkenal murah banget tapi agak “sampah”. Gw sendiri waktu ke Australia itu naek Qantas dan akhirnya dapet harga promosi mereka. Waktu ke Amerika, kita dapet dari Korean Air PP 10jt! Itu murah banget loh, coba deh di compare ;) Kalo kota tujuan kamu dilalui sama AirAsia, bisa juga tuh pake AirAsia. PP ke London aja 5 juta!! Jgn diliat darin kuantitasnya yg “5 juta” yah, tp diliat dari komparasi sama harga airlines lain dengan tujuan yang sama. Mana ada ke London dari Jakarta 5 juta PP????

Setelah airlines oke, masukin proposalnya juga ke perusahaan2 yg potensial buat ngasih. Gunakan koneksi sebagus mungkin, karena biasanya mereka mau ngasih kalo ada koneksi di dalem perusahaan tersebut. Well, nepotisme sih, tapi apa mau dikata, itulah realita. Masukin juga proposalnya ke calon2 donatur. Dalam kasus gw, donator lebih menjanjikan dibanding sponsor dari perusahaan. Selain ga mengikat dan ga nuntut apa2, proses dapet uangnya juga lebih instan. Pinter2 aja nyari calon donatur. Bisa minta ke alumni satu almamater yang skrg udah sukses, atau org2 kaya yang punya koneksi deket sama kita, atau kalo mau tebel muka, kasih aja tuh proposal ke orang kaya yg lg lewat di depan lo. Tapi probabilitas dapet duitnya gue pertanyakan… hihi.

Pengalaman gw kemarin, gw ngasih ke Pak Sandiaga Uno *ketua HIPMI* (karena dia temennya om gw), Anies Baswedan *karena dia alumni UGM dan entahlah gimana ceritanya nomor hapenya ada di hape gue*, Prabowo *karena waktu itu momennya pas, dia lg nyalon jd cawapres*, Jusuf Kalla *karena dia temennya bokap temen gw =D*, Fuad Bawazier *ketua alumni HMI,wkt itu gw setim sama anak HMI*, Bambang Sudibyo *menteri pendidikan, alumni FE UGM* dll yang sudah gw lupakan hehe…

Proposal udah disebar, jgn lupa jg untuk mengontak KBRI atau KJRI di kota yang bakal kamu datengin. KBRI dan KJRI bisa menjadi tempat penginapan gratis *maaf ya bapak ibu KBRI dan KJRI yang baca -_-* buat WNI yang lg ke luar negeri dan terlihat seperti “kekurangan budget”. Buka websitenya *Thanks Google!*, dan lgsg kontak emailnya. Sukur2 kalo muka badak, langsung aja telpon kesana dan jelasin kebutuhan kamu dan apa yg bakal dilakuin selama disana. Kalo emang tanggal pas kalian dateng ga ada diplomat yg lg ke negara itu, pasti boleh kok nginep di KBRI apa di KJRI.. Jadi jadi jadi, uang akomodasi bisa diminimalisir kan?? ;)

KBRI sama KJRI ternyata ga bisa diandalkan? Gunakan kenalan kalian (sodara kek, tetangga, temennya kakek, ibu tiri *loh?) atau www.couchsurfing.org. Disinilah couchsurfing terasa banget manfaatnya. Silakan baca cerita2 gw di archive AMUNC Brisbane buat liat pengalaman gw pake couchsurfing. It’s safe kok. Intinya lo nginep kaya homestay di rumah orang asli sananya. It’s free, tapi paling ga lo tau diri lah selama nginep. Sering2 ngobrol, sering2 cerita ttg Indonesia dll pasti bikin mereka seneng.

Apalagi ya? Pokoknya jgn menyerah kalo sampe akhir belom ada pihak sponsor atau donatur yang menelpon ngasih kabar kalo mereka bakal ngasih duit, karena biasanya mereka ngasih kabar pas udah deket2 keberangkatan. Emang sih jdnya beberapa hari sebelum brkt keadaannya jd hectic banget.. Namanya jg pengen ke luar negeri gratisan. Ya ga? Hehe.. Good luck folks!

Model United Nations

Model United Nations

munduring the committee session

Sejak gw bikin blog ini, banyak banget orang yang nanyain apa itu couchsurfing dan apa itu MUN. Hehe jujur ya, kadang2 males juga ngejelasin itu berkali2 ke orang2 yang berbeda. Pengen rasanya omongannya gw rekam, ntar sewaktu2 butuh, tinggal gw replay =D

Akhirnya gw berpikir, yaudahlah di post aja di blog. Sewaktu2 ada yang butuh tinggal buka blog gw aja *sekalian nambah2in stats (maksud terselubung)* dan orangnya jg pasti lebih gampang buka link2 yang berhubungan sama matters yang dia cari sambil buka2 internet. Ya nggak? Iya aja deh ya biar cepet. Gw seneng banget kalo jadi banyak orang yang tertarik untuk ikutan acara2 semacam ini. Apalagi kalo temen2 dari Hubungan Internasional UGM yang interested untuk ikutan =) Bangga kan rasanya punya banyak temen2 yg sama2 berprestasi?

Jadi sebenernya menurut gue banyak banget jalur – jalur yang bisa ditempuh sama anak kuliahan yg haus akan ilmu dan pengalaman di negara orang atau kita sederhanakan saja kata2nya menjadi “jalan – jalan ke luar negeri”. Banyak banget, dan menurut gue gampang, ASAL MAU USAHA. Ga percaya? Silakan mengetik beberapa keywords di google seperti “youth conference”,”scholarship bachelor degree”,”summer school scholarship” atau “model united nations”. Yang terakhir menurut gw, lg jadi trend nih. Makin banyak yang ngadain di seluruh dunia, dan yg berminat pun juga makin banyak. Sampe2 waktu itu gw liat ada MUN di Reykjavik, Iceland! Jauh bener ya.. Kebayang aja nggak, Iceland kaya apa bentuknya tapi ternyata bisa juga mereka bikin MUN… =D

*Btw, perasaan kayanya gw pernah nulis ini juga deh ttg MUN?* Oke, pilihannya ada dua, nulis ulang atau menyuruh kalian2 semua membuka archive blog gw, mencari2 tulisan gw, membaca satu2, dan …… hhhhh gw ga yakin y kayanya pada nemu. Yaudah nih gw tulis ulang tapi singkat aja ya. Toh kalian jg bakal liat sendiri deskripsinya di website masing2 MUN yang ada. MUN itu sebenernya simulasi sidang PBB. Biasanya diadain sama suatu universitas yang mengundang mahasiswa internasional untuk datang ke acara MUNnya mereka. Konsepnya adalah, lo milih mau masuk komite atau council apa. Di PBB kan ada banyak banget council yang ada. Kalo lo tertarik sama ekonomi, silakan join IMF, atau suka sama dunia kesehatan, pilih aja WHO. Mau lebih spesifik? Bisa masuk ke 3rd General Assembly yang ngebahas masalah social humanitarian, atau ICJ (International Court of Justice) sekalian. Ga semua MUN sih menyediakan council selengkap ini. Dicek aja dulu di websitenya.

My lovely 3rd GA. The best ever!

Tahap selanjutnya, memilih negara. Ngapain milih2 negara? Karena nantinya kalian akan merepresentasikan negara tersebut di simulasi sidang council yang udah kalian pilih. Memilih negara juga harus diperhatikan. Berdasarkan ngobrol2 gw sama Kak Raisa, mahasiswa Universitas Parahyangan 2006 yang udah sangat expert dalam dunia MUN (dia 2 kali ikut Harvard National MUN dan 1x AMUNC, dan dia juga menjadi best delegates waktu AMUNC!!!), dia bilang mendingan pilih negara yang foreign policies-nya ga diketahui sama banyak orang. Jadi misalnya nanti di tengah2 sidang kalian bingung mau ngomong apa karena matter yang kalian persiapkan kurang atau kalian ga tau kebijakan negara kalian (jangan skali2 asal ngomong kalo kalian milih negara yang “terkenal”! Kalo ada yang tau, apa yang lo omongin ga based on fact, siap2 dibantai!!), bisa asal ngmg deh. Aku ambil contohnya ya Kak Raisa, dia milih Senegal buat negaranya. Di HNMUN dan di AMUNC dia tetep jadi Senegal, dan setiap dia ngomong apapun tentang national interest atau foreign policynya Senegal, kita Cuma manggut2 aja. Soalnya ga ada yg tau Senegal kaya gimana.. Haha. Yang lucu, waktu gw ikut AMUNC, ada temen dari Jepang yang jadi Australia, dan pas momen apa gitu, dia salah menyebutkan kebijakan Australia, langsung deh dibantai sama delegasi2 yang asalnya dari Australia!! Jadi kalo bisa nyaranin sih, gw lbh milih negara tuh kaya Amerika Latin atau Afrika atau Asia Tenggara.. Tapi kalo ngerasa siap jadi UK, USA, Australia dan negara2 “challenging” lainnya jg gapapa. Gw yakin kok dengan tantangan yang lebih besar itu, yang kalian dapet juga pasti lebih banyak setelah acara selesai =)

Biasanya, untuk mendaftar ke sebuah MUN, kalian harus bikin essay dulu. Tapi ada juga MUN yang langsung menerima setiap orang yang mendaftar. Terserah kalian mau ikut acara yang kaya gimana, ya emang prestigenya beda, tapi kalo kalian mau nyoba yang ga usah pake tes, kenapa nggak? Kalo ga pake tes, biasanya sih disuruh langsung bayar dan lo bakal langsung dikirimin Letter of Acceptance yang bisa digunain untuk keperluan bikin visa, cari sponsor, dll.

Beberapa MUN juga ada yg nyedian scholarship, atau free housing atau free registration fee dengan beberapa persyaratan. Pengalaman gw waktu ikut AMUNC, gw bikin motivation letter dan juga ngirimin CV. akhirnya, gratis biaya pendaftaran dan juga housing selama acara =) Kebijakan setiap MUN beda2, tapi kalo kalian nanyain dan minta keringanan biaya biasanya mereka bakal ngasih kok, apalagi buat international delegates. Jadi coba aja dulu untuk ngontak panitianya ya.

Oiya, MUN itu acaranya ga cuma sidang terus2an kok. Jadi jgn ngebayangin selama berhari2 (biasanya 3 sampe 5 hari) kalian bakalan terus2an sidang doang. MUN is full of fun indeed! Jd jadwalnya gini, dari pagi sekitar jam 8 sampe jam 5 sore biasanya emang sidang terus. Tapi nanti dari jam 7 malem sampe jam 2 pagi, bakal ada social events! Haha tepar2 deh lo. Social eventsnya biasanya diadain di bar,liat konser musik, acara2 dance sambil gala dinner atau bisa jg acara kebudayaan yang memperkenalkan kebudayaan dari seluruh negara peserta. Sounds fun, doesn’t it? Dan social events itu berlangsung setiap malem. Lo pasti mikir “capek banget dong?” emang!!! setiap pagi, di bawah mata para peserta biasanya ada kantong item2, tanda pada kurang tidur malemnya dan paginya harus siap2 pembantaian lagi. hihi..

Untuk list lengkap MUN yang ada, coba buka ini deh. http://www.pubintel.org/mun.html Good luck!

Well, next kayanya gw bakal bikin step by step untuk bikin proposal dll deh. Hope it helps ya, dan selamat memilih2 MUN yang sesuai sama selera kamu… =)

Leaving Surfers Paradise 10 Juli 09

Leaving Surfers Paradise 10 Juli 09

10 Juli 2009g

abis sarapan pake kue caramel merk woolsworth yg enaknya pol, Sophie ngajak kita jalan2 muter2 daerah sekitar rumahnya. Depan rumah Sophie lgsg pantai. Enak banget yaaa.. Lgsg bisa liat burung pelican dari depan rumahnya. Ckckck. Sambil ngajak Curly jalan2, kita muter2 daerah rumahnya Sophie. Curly kerjaannya kencing trus nih. Dikit2 kencing, jalan dikit kencing lagi, kakinya pake acara naek satu. Bikin lama deh. Apalagi kalo ketemu anjing cewek. Duh pake acara cipika cipiki dulu nih si curly.

Balqis, Curly dan aku.

Balqis, Curly dan aku.

Sampe depan pantai, Sophie nunjukin tempat syutingnya Narnia yg ketiga. Wah keren, settingnya dibentuk2 gitu. Karang2nya dibentuk2 kaya kerajaan2. Tapi mereka belom mulai syutingnya. Yaaah.. Pulang dari jalan2, kita mandi, sarapan, trus lgsg dianterin ke stasiun buat balik ke Brisbane. Sehari sebelumnya pas tanggal 9, dan masih di rumah Sophie, gw sama Balqis ngirimin 5 message ke Couchsurfer lewat www.couchsurfing.org buat minta nginep tgl 10. Mendadak banget sih. Kita baru nyari tumpangan sehari sebelumnya. Dari 5 yang kita kirimin, yg bales ada 3. Lupa siapa aja namanya. Tapi akhirnya kita mutusin buat tinggal di tempatnya Beren Caffin.

Sesampenya di Brisbane, di stasiun Toowong, gw lgsg sms Beren, dan Beren lgsg jemput ke stasiun. Aduh ajegileee, rumahnya Beren letaknya kaya di bukit gitu. Nanjak mulu.. Mana gw bawa backpack yg beratnya bisa disamain sama 30 batako.. Asam laktat gw kayanya udah ngumpul semua di lutut.. Nyampe rumah Beren, lgsg tepar.. Si Beren ini 4 bersaudara. Cuma dia tinggal sendirian di rumahnya. Adeknya, yg satu lg ke Rusia, yg satu lg jalan2 sama pacarnya ke Spanyol, yg satu tgl ama emaknya. Emang bener2 keluarga traveler..

Rmhnya Beren

Rmhnya Beren

Istirahat bentar, eh si Beren masakin pasta. Gw ga ngerti sih pasta apaan. Menurut gue aneh, rasanya kaya asem2 menggelitik gitu. Mungkin karena pake olive (zaitun) ya jd eneg gw.. Tp tetep, di depan Beren sok2an blg enak. Abis makan lgsg tidurr, Beren janji mau nganterin liat koala sama kangguru besok. Asiiikk!

Sophie,our Angel :) 9 Juli 2009

Sophie,our Angel :) 9 Juli 2009

9 Juli 2009

Waktu checkout dari hotel jam 10 pagi. Dan gue, Balqis br bangun jam 10 krg 15. Ini semua disebabkan oleh keteparan yg terjadi kemaren. Kaki kita berdua hampir lepas. Engsel hampir putus. Hehe. Lgsg lah kita heboh packing brg dan buru2 keluar. Kelebihan 1 menit aja, harus bayar full 1 hari! Kapitalis. Balqis kasian, kakinya bengkak sebesar gajah. Kayanya gara2 kecapean.. Selese packing dan keluar dr kamar, kita nitip barang2 di hotelnya sampe jam 7 malem. Lgsglah gw dan Balqis maen air di Surfers Paradise, belanja2 di Pacific Fair, dan tidak lupa, makan di hungry jacks      . Kita nemuin boots harganya 10 dolar!! 80ribuuu!! Pengen beli, tp kebanyakan mikir dan pertimbangan, akhirnya kita tinggalin. Lucu juga soalnya kalo dipake ke kampus kita yg berada di daerah Sleman. Dikira mau ngebajak sawah ntar.

Hari ini, udah janjian lg bakal nginep di tempatnya Sophie. Another orang dengan hati yg baik di www.couchsurfing.org. Harusnya dari awal kita di GoldCoast kita tinggal di tempat Sophie, tp si sophie ini ibu2, jd wajar, dia jarang2 buka internet, dan br buka internet ya pas tgl 9 Juli ini.. gw kebingungan nyari alamat Sophie yg ga jelas juntrungannya. Dan berada di daerah LABRADOR. Apaan tuh? Jenis anjing? Pikir gue. Udah gitu direction dari dia malah bikin gw tambah pusing. Kayanya rumahnya blengsek di tengah2 kampung jauh dari mana2.. Akhirnya si Sophie gue telpon (dan ternyata, nelpon Sophie yg Cuma 5 menitan itu berbuntut panjang. Gw harus bayar 350ribu. Ckckck telkomsel2).

Dengan segala doa dan zikir yg gw dan Balqis panjatkan sepanjang jalan.,Akhirnya sampelah di rumah Sophie!! Dan yg menyambut kami adalah, ANJING. Buset galak bener gonggong mulu. Sophienya keluar. Ramah banget dan lgsg gendong anjingnya *gw pengennya tuh anjing dikurungin aja. Bikin parno*.  Tapi ternyata, makin lama, nih anjing jd jinak banget sama gw. Namanya Curly. Lucuuu banget. Pudel warna item gitu. Sophie jg ngenalin gw ke anaknya, Emoy, 12 taun. *Kok agak Indonesia ya mukanya pikir gw?*. Rumahnya Sophie gede banget. Tiba2 kami dianter ke kolam renang belakang rumah *gw kira gw bakalan di tempatin di kolam renang. Thanks God ternyata ngga*. Ternyata gw sama Balqis, dikasih tempat, rumah dia yg di belakang. Jd si Sophie punya 2 rumah!! ALHAMDULILLAH ya Allah. Bayangin satu rumah gede banget, dikasihin hak penuhnya ke gue ama Balqis buat tinggal semalem disitu. Dari ruang tamu dengan TV flat. Dapur yg sgt amat futuristic karena ada dishwasher, sampe kamar tidur dengan view yg bagussss karena bisa ngeliat gedung2 Brisbane dr situ. Kamar mandinya jg masyaAllah bintang lima bener… Dan ini semua GRATIS. Abis itu gw sujud syukur lg. Masih byk org baik di dunia ini ya…

Rumahnya Sophie yg kita tempatin

Rumahnya Sophie yg kita tempatin

Abis ditunjukkin kamarnya, Sophie masak buat kita. Dan dia masakin nasi!! Dia bikin nasi ama kari. Nasinya agak keras sih, tp udah ngobatin kangen kita sama nasi J Sambil makan, kita ngobrol macem2. Dari masalah agama, Sophie ini agnostic, ga percaya sama agama, tapi percaya Tuhan itu ada. Karena dia agnostic, Dia ngasih kebebasan penuh buat Emoy untuk milih sendiri mau meluk agama apa. Wow. Kita Ngmgin hukum2 islam jg dan tiba2 gw merasa menjadi seorg ustadz. Dan ternyataaa, bener perkiraan gw, mantan suami Sophie itu org Indonesia, makanya Emoy mirip org Indo..

Abis makan,balik ke pavilion yg dikasih buat gw ama Balqis. Balqis maen internet dan gw ntn TV. Ya ampun, br sadar gw beruntung banget.. J

MovieWorld! Aww aww 8 Juli 2009

MovieWorld! Aww aww 8 Juli 2009

8 Juli 2009

Hari ini ke MOVIEWORLD!! MovieWorld ini impian gw dari masih kecil banget. Jaman2nya ntn Looney Tunes ama Scooby Doo (walopun sampe skrg gw masih suka ntn). Dan akhirnya kesampean. Wah giranglah gw. Mulailah gw ama Balqis muter2 nyari tiket murah buat masuk ke Movie World. Harga normalnya 70 dolar. Mari kita kalkulasikan. 560 ribu. Ajegile alamakjang, mungkin gw ga dianggep anak ama nyokap gw kalo ketauan masuk dufan2an harganya hampir 600ribu. Itu kalo beli di pintu masuk MovieWorldnya. Kita muter2 surfers paradise dan nemuin harga 65 dolar. Dikalkulasiin lg.. hmm jdnya 520 rebeng. Yaudah deh, udah kebelet. Ga tiap hari jg kita  ke GoldCoast. Maka dengan paras yg ditundukkan dan hati yg miris, kami pun memberikan uang itu kepada mbak2nya.

Abis beli tiket, lgsg cabut ke MovieWorld naek bis. Banyak benerrr yg mau ke MovieWorld. Bisnya rusuh. Mana tiba2 denger “hahaha lo bego sih”. Ah ternyata ada org indonesia juga..  Sampailah kami di depan MovieWorld. Eh buset, rame bener. Orang semua nih? Panjang bgt antriannya. Tp tiba2 ada yg nyuruh kita lgsg masuk dan ga pake ngantri!! Awww awww..

Pas masuk, semua wahana (berasa di dufan) lg penuh. Yg keliatan agak sepi itu “Scooby Doo Spooky Coaster”. Kita kira itu kaya rumah hantu gitu. Ealah taunya!! Gw sangat tidak merekomendasikan roller coaster ini buat yg ga suka surprise dan kejutan! Awal2 naek kereta,(FYI, satu kereta itu 4 orang, 2 di depan, 2 di belakang)  gw sama Balqis, “yaelah ini mah maenan anak kecil, Cuma ada hantu2an aneh dan lucu ala scoobydoo”.. trus tiba2 rollercoasternya berenti. Tiba2 ruangan gelap. Dan tiba2 ………….. roller coasternya balik kanan! Haha maksudnya muter balik atau apalah itu namanya. Dan tiba2 roller coasternya meluncur ke bawah dengan sudut 45 derajat trus naek ke belakang lagi dengan posisi gw masih di kursi belakang!!!! (ngerti ga??) Aje gileeeeeeeeeeee… hampir mati gw kayanya. Untung Allah masih memberikan kesempatan buat gw untuk tobat. Selanjutnya, Abis itu,sumpah, ga pernah ada di bayangan gw, gerakan2 manuver kaya gitu, bakal dilakuin oleh sebuah roller coaster.

Intinya, jangan pernah mengunderestimate kan sesuatu. Blaahh.

Trus kita ke wild wild west. Mirip2 sama Niagara di dufan, trus ngeliat org yg abis naek pada basah kuyup. Malay ah. Ganti maenan aja. Akhirnya ke Superman Escape. Ngantrinya 1 jam lebih. Maenan ini jg roller coaster. Cuma ekstrim abis. Ga ada kata yg bisa melukiskan perasaan gw sama Balqis sama naek ini. SPEECHLESS. Tak terkatakan. Haha kalo ke MovieWorld naek dehh, pasti ngerti sendiri rasanya gimana ;)

080720092232

 

 

Versi jelas Superman Escape

Versi jelas Superman Escape

 

Abis itu naek wahana batman apaa gitu lupa. Mirip2 kaya perang bintang. Ngejayus aja ni maenan ah. Tidak direkomendasikan. Lanjuttt, di sebelahnya ada Batwing. Haha ini kocak banget. Dalam hitungan 5 4 3 2 1, tiba2 lo bakal diangkat ke atas dengan kecepatan super. Nyampe atas terus di kebawahin di ke atasin trus kaya gitu sampe lo mabok. Hehe. Sebelum naek, kayanya serem banget. Tp pas udah naek, gw malah seneng, soalnya bisa ngeliat seluruh kota Gold Coast dari atas. Haha freak.

080720092220

Lanjut ke Shrek 4D. Ini lucuu banget mainannya. Nonton shrek 15 menit, tp 4D. Dikasih kacamata 3D juga. Krn 4D, jd Pas disemprot aer, ya ada aer yg nyampe ke muka lo, pas ada laba2 di filmnya, lucunya, di kaki jg berasa ada laba2 lg jalan. Haha keren banget nih wahananya!!

Trus ngapain lg ya di movieWorld.. movie World tuh kecil sih ternyata, sama Dufan sih kalah jauh secara luasnya. Tp di MovieWorld banyak toko2 film. Ada toko harrypoytter, shrek, looney tunes, sampe TWILIGHT.  Haha mupeng kaaan? ;)